Bima Times, Bima – Target retribusi parkir di Kabupaten Bima pada tahun 2026 dipastikan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut diiringi dengan penerapan dua skema pengelolaan parkir oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bima.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bima, A. Rifai, mengatakan target retribusi parkir tahun ini memang dinaikkan, meskipun belum dapat menyebutkan angka pasti yang ditetapkan.

“Untuk target retribusi kami ada kenaikan sedikit,” kata A.Rifai pada Kamis 12 Maret 2026.
Ia menjelaskan, pengelolaan parkir dibagi dalam dua kategori, yaitu parkir tepi jalan dan parkir tempat khusus. Besaran setoran dari masing-masing titik parkir tidak sama, karena disesuaikan dengan tingkat keramaian lokasi.
“Parkir ada dua kategori, parkir tepi jalan dan parkir tempat khusus. Setorannya beda-beda sesuai tingkat keramaian. Ada yang Rp500 ribu, ada yang Rp700 ribu, tergantung situasinya,” jelasnya.
Menurut Rifai, tidak semua titik parkir dapat disamakan karena kondisi dan tingkat kunjungan masyarakat berbeda di setiap lokasi.
Ia juga mengungkapkan, lokasi parkir yang dikelola pemerintah daerah saat ini masih terbatas. Karena itu, Dishub lebih memprioritaskan titik dengan aktivitas masyarakat yang tinggi.
“Di Bima ini lokasinya masih sedikit. Kita ambil tempat yang memiliki potensi kunjungan masyarakat tinggi seperti pasar dan pusat aktivitas ekonomi,” katanya.
Beberapa wilayah dengan mobilitas masyarakat cukup tinggi di antaranya Kecamatan Sila, Sape, dan Woha.
“Walaupun daerah kita luas, tapi mobilitas tinggi hanya di beberapa daerah seperti Sila, Sape dan Woha karena di sana ada pasar dan aktivitas masyarakat cukup ramai,” jelasnya.
Terkait pengelolaan parkir di kawasan bandara, pemerintah daerah hingga kini belum dapat masuk karena kewenangannya berada di pihak bandara. Namun demikian, Dishub masih membuka peluang kerja sama.
“Kalau di bandara kita belum bisa masuk karena kewenangannya di pihak bandara. Tapi kita sedang melakukan negosiasi untuk kerja sama pengelolaan parkir,” ujarnya.
Kerja sama tersebut rencananya akan menyasar area kendaraan yang berada di luar portal bandara.
“Kalau di luar masuknya kendaraan itu kan ada di sebelah portal,” tandasnya.
